Sembilan Harapan Danrem Dalam Silaturahmi Dengan Insan Media Kalsel

Nasionalpublik.id, Banjarmasin  : Dengan adanya silaturahmi ini, Kamis (31/3/2022),  menurut Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Rudy Puruwito, SE., kedepan lebih luas, lebih luwes dalam berkomunikasi, sehingga dapat menentukan konten berita yang bermanfaat bagi khalayak banyak yang bisa menjadi harapan masyarakat.

Danrem mengatakan,   Tentara dari Rakyat, Berjuang bersama-sama Rakyat, dan aktifnya, berjuangnya untuk kepentingan Rakyat. Sama dengan Rekan-rekan Insan Pers, berjuang, Cuma medianya lain. Meliput suatu informasi yang benar dan akurat, yang pada muara akhirnya juga sama untuk kepentingan Rakyat dalam rangka untuk mencapai keadilan.

“Sehingga bila ada hal-hal,  informasi yang menyangkut ketidakadilan, pasti diangkat sama Wartawan dalam rangka mencapai tujuannya tadi,” tegas Danrem. 

Insan Pers sebagai Pilar ke 4 di Indonesia yang harus menjadi corong masyarakat, dalam mengungkap sebuah fakta, serta mencari sebuah kebenaran untuk menegakkan keadilan, tegas Rudy Puruwito, Insan Pers harus mempunyai peran sebagai fungsi kontrol, baik terhadap Pemerintah yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, maupun fungsi kontrol terhadap masyarakat yang harus mendapatkan informasi yang benar.

“Tetapi kadang-kadang kecenderungannya adalah mengontrol fungsi Pemerintah. Masyarakat juga harus kita kontrol, karena ada sesuatu yang kadang masyarakat itu harus menerima informasi yang akurat, tetapi kadang-kadang masyarakat menerima informasi yang tidak akurat, dimana hal tersebut dapat merugikan masyarakat itu sendiri,” Rudy kembali menegaskan.

Dia mencontohkan, vaksin Astrazenica, digelorakan vaksin itu haram. Dengan informasi yang menggelinding di masyarakat, informasi yang menggelora di masyarakat bahwa vaksin itu adalah haram, sehingga masyarakat mudah terprovokasi dan tidak menerima vaksin tersebut.

Hal ini, menurut Rudy, sangat merugikan masyarakat itu sendiri. Dengan masyarakat tidaki divaksin, akhirnya rentan dan mudah menularkan Covid 19 kepada masyarakat lainnya.

“Hal itulah diharapkan peran rekan-rekan untuk memberitakan bahwa Vaksin tersebut bukanlah Vaksin yang haram. Dan berita itu sangat bermanfaat untuk masyarakat,” sebut Rudy.

Danrem mengharapkan Insan Pers di daerah ini harus professional, khususnya dalam menyambung aspirasi masyarakat. Oleh karenanya, Wartawan harus paham tentang tugas dan fungsinya sebagain Insan Jurnalis. Sehingga tidak gampang menjadi wartawan, karena dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Wartawan dituntut sesuai dengan Undang-undang Pokok nomer 40 tahun 1999 tentang Kode Etik Jurnalistik.

Wartawan mengolah berita sehingga menjadi informasi yang akurat dan terpercaya untuk konsumsipublik.

Beberapa hal yang menjadi harapan Danrem kepada rekan-rekan Wartawan yang berhadir dalam menjalankan tugas Pokok dan Fungsinya ;

1. Agar memeriksa dan mengautentitas informasi yang didapat, diolah, selanjutnya diberitakan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi khalayak atau orang banyak.

2. Wartawan harus bisa menerangkan informasi, apakah informasi itu masuk akal ataukah tidak masuk akal.  Apabila informasi itu tidak masuk akal, jangan diberitakan. Karena akan menimbulkan kontraproduktif.

3. Sebagai Insan Investigator, yaitu Wartawan harus mampu membongkar ketidakbenaran atau kejahatan yang berdampak pada masyarakat, khalayak.

4. Informasi harus yakin kebenarannya, agar bisa dicroscheck kepada Nara Sumber, Tempat Kejadian, dan Kronolgisnya.

5. Wartawan harus bisa mencerdaskan dengan memberitakan hal-hal yang mencerahkan publik dan jangan memberitakan yang bersifat provokatif, sehingga menimbulkan dampak phobia terhadap masyarakat itu sendiri.

6. Dalam menjalan tugas dan fungsinya, Wartawan harus mampu memenejemen resiko. Karena dalam menjalankan tugas itu, banyak yang dihadapi Wartawan. Maka Wartawan harus mampu memanajemen resiko. Resiko itu antara lain, diancam keselamatannya, karena ada yang merasa tidak nyaman bagi mereka karena berita yang dimuat.

7. Dituntut kecepatan dan keakuratan. Tempat lokasinya jauh. Harus menempuh dengan jarak yang perlu kecepatan, sehingga itu akan mengandung resiko yang tinggi. Ada beberapa yang merasa dimusuhi atau kelompok dirugikan karena pemberitaannya itu. Sehingga keberadaan Wartawan akan dimusuhi dengan orang atau kelompok itu, karena merasa beritanya merugikan kelompok tersebut. Walaupun berita tersebut sebenarnya sangat menguntungkan bagi masyarakat banyak. Stres karena harus mengejar kecepatan dan keakuratan berita, pasti terjadi. Beritanya tajam, tapi tempatnya jauh dan harus diberitakan tepat pada waktunya, itu terjadi setiap saat, sehingga mengalami stress. Meliput berita tidak bisa diduga-duga dan memerlukan kecepatan., dan yang sudah dipublikasikan mendapatkan penolakan dan bahkan tuntutan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan menurut pendapatnya.

8. Tetaplah berbangga karena tugas Saudara sejatinya mulia.

9. Jadilah Wartawan yang menjadi harapan publik, yang bisa mencerdaskan. Kredibel. Membawa dampak perubahan, terutama menyangkut kepentingan publik, sehingga tugas Saudara menjadi amal dan ibadah.(SR/AN